A Science Stories by Sukma
(Tuk mahasiswaku sekalian yang dirihoi Allah, semoga kalian selalu semangat belajar)
Artificial Intelligence, sophisticated sekali bukan kedengarannya. Kedua pasangan kata itu telah resmi disandingkan sebagai ‘AI ‘. Lihatlah ‘A’ nya yang anggun mengawal dengan kaki jenjang menopang deretan alphabet yang tersusun di belakangnya. Jika dipikirkan, tak lain ia menjadi pengingat bahwa semua dunia ini hanyalah fatamorgana belaka. Sedangkan ‘I’ nya langsing menjulang, menjadi pendamping cerdas bagi double ‘l’ middle class yang lembut elegan. Jika direnungkan, tak lain ia penegas bagi pertanyaan retoris, ‘Kecerdasan Maha Agung siapakah yang menjadikan dunia seisinya serta alam semesta ini begitu sarat dengan ilmu?’.
Keanggunan dan kelembutan itu berkolaborasi, menjelma menjadi rangkaian segala keajaiban simfoni alam pengetahuan ciptaan Tuhan yang coba diurai oleh para ilmuwan jenius yang serba penasaran ke dalam definisi-definisi dan teorema untuk kemudian digubah menjadi berkalang-kalang sonata algoritma. Semuanya terinferensi dalam satu tema ‘Mempelajari bagaimana perilaku otak manusia dalam berpikir dan bertindak untuk kemudian mengadaptasinya ke dalam teknologi-teknologi demi menjadikan hidup manusia di muka bumi ini menjadi lebih mudah (namun tak menjamin kemudahan di akhirat)’. Sungguh berat dan tak main-main tanggungjawab yang diemban AI ini. Kasihan benar aku padanya. Namun mau bagaimana lagi?, begitulah takdirnya.
(selengkapnya + soal, silahkan download di sini)
NB : kerjakan dengan opini yang komprehensif dan ilmiah.
