Jika amarah dan dengki sudah menyesakkan hati ,
Kemana perasaan positif yang seharusnya melapangkan dan memberi cahaya?
Jika hati sudah tak percaya lagi dan hanya bisa melihat ‘hitam’ dari semua sudut pandang,
Kemana pandangan positif yang seharusnya bisa memberi warna pada setiap sisinya?
Jika pikiran sudah tertutup dari rasionalitas,
Kemana pikiran positif yang seharusnya membuka tabir-tabir logika?
Jika mulut tak dapat lagi mengucapkan yang baik yang bisa kita rasakan dari keberadaanya,
Kemana ucapan positif yang menyejukkan hati dan menghargai keberadaannya?
Jika pendengaran terbisikkan bujuk rayu setan untuk mengkritik semua kesalahan,
Kemana suara positif yang akan mengertikan bahwa manusia tak luput dari kesalahan?
Kemana, kemana positif itu?
Aku ingin kau ada