Beninglarashati’s Weblog

Unspoken words….just write it down!

Arsip untuk ‘Diary’ Kategori

Au Revoir…………Bienvenue………..

Ditulis oleh beninglarashati di/pada Juli 15, 2009

Sudah lama juga gak menyambangi blog ku ini kecuali hanya untuk ngupload bahan kuliah mahasiswa. Sebenernya banyak banget yang pengen ditulis tentang suka duka mengajar satu semester ini, tapi otakku lagi males merangkai kata-kata yang layak enak dibaca tuk di publish, padahal sudah di depan komputer. Biasalah, lagi ga fokus. Ngejer ngajar nuntasin materi membuat otakku akhir-akhir ini jadi kaku gak terberdayakan buat ngungkapin isi hati dan pikiran ke dalam sebentuk kata-kata yang mungkin hanya akan dibaca sepintas lalu oleh mahasiswaku yang kebetulan numpang lewat di blog ini tuk download materi.

Dua minggu lagi ujian akhir berlangsung, berarti akan punya banyak waktu tuk fixing little things that i’ve been obeyed . Perlu untuk me-rearrange lagi all the stuff in my box. Apalagi meja kerja ini, ck…ck…ck….sudah ga karu-karuan n perlu sentuhan seni untuk mengembalikan lagi semangatku mengajar semester depan. Laci, rak buku, binder file, susunan meja kursi, semuanya minta dibenahi (sepertinya perlu bantuan pakar interior design deh buat ngerapiin ruangan kerjaku yang seuprit supaya terlihat lebih luas , chic dan elegen).Dan…sepertinya aku bakalan perlu mengkonsumsi caffein setiap hari supaya proses kreatif otakku dapat dimaksimalkan (segitunya kecanduan caffein. Begitulah klo kurang olah raga).

Jadi bulan depan aku harus mengucapkan Au Revoir (selamat tinggal) to my old stuff  (jangan ditahan-tahan, diikhlaskan saja) n say Bienvenue to my new spirit. Kertas, file, dan pernak-pernik yang ga perlu harus segera dibuang (yang dikomputer juga). Bikin box buku dari kardus bekas (tentu saja kardus bekasnya akan dipercantik dengan kertas origami warna-warni made in sukma. Lumayan memanfaatkan barang bekas). File basket abu-abu ku kayaknya harus dipensiunkan karena sudah ga sanggup lagi menopang binder-binder file yang makin nambah isinya tiap semester. Atur posisi meja kursi, buang semua isi laci yang ga perlu, dan tentu saja dekor ulang benda seni yang ada (benda seni? cuma tempelan kertas origami warna-warni aja kok dibilang benda seni!) plus harus kuapakan bekas cipratan tinta printer di tembok ya?.

Wah…wah….sepertinya banyak yang harus dikerjakan. Semoga saja masih punya daya dan upaya tuk nuntasinnya.

Ditulis dalam Diary | Leave a Comment »

Two months without ‘The Nanny’

Ditulis oleh beninglarashati di/pada Mei 2, 2009

Dua bulan ini, kuanggap si mbah sudah ‘resign’, meskipun sebenarnya aku masih berharap beliau kembali, dan ternyata sebenarnya demikian juga dengan Mbah. Tapi telat seminggu konfirmasi nya. Selama dua bulan ini harus kuakui, sebuah ajang tantangan bagiku untuk bisa benar-benar mebagi waktu antara pekerjaan rumah, pekerjaan kantor, dan mengurus Nabila. Belajar untuk tidak egois mendahulukan kepentingan sendiri karena ada little angle yang butuh selalu untuk diperhatikan. Belajar untuk saaaaaabaaaaarrrrr!!!!!. Sabar, ini perlu digaris bawahi lebih karena sifat dasarku yang suka grusa-grusu dan kesusu. Menjadi ibu yang telaten dan sabar mendampingi Nabila, coba mengerti setiap maunya, dan coba menggantikan sosok sportif papa,….tidaklah semudah teori di buku. Tapi dua bulan ini telah benar-benar menempa pribadiku menjadi lebih tegar dan lebih sabar. Pagi hari aku harus mengatur aktivitas supaya aku tepat waktu masuk jam 8 dan Nabila juga sudah ready untuk diajak Yayi jalan-jalan pagi. Alhasil, setelah subuh, dengan melawan segala kantuk dan dinginnya udara pagi, antara seterika, mencuci, menjerag air panas untuk isi termos, dan air mandi Nabila, membereskan dapur, dan merapikan mainan Nabila yang berantakan, harus dikerjakan secara simultan dengan irama yang tidak hanya cekatan, tapi juga harus efisien dan sigap. Siang hari, aku harus bergegas pulang untuk menyiapkan makan siang Nabila dan Yayi. Naaahhh…..bagian ini yang agak susah. Karena Nabila selalu minta perhatian ketika aku pulang. Padahal aku harus memasak sayur untuk makan siangnya dan juga menyiapkan makan siang Yayi. Hatiku miris bercampur jengkel juga terkadang mendengar rengekannya minta digendong, sedangkan waktuku terbatas karena harus kembali lagi ke kantor. Seringnya juga, sore hari ketika badan ini letih ingin diistirahatkan sejenak setelah seharian beraktifitas, Nabila menarik-narik tanganku sambil menunjuk pintu minta diajak bermain keluar. Badan remuk redam rasanya, hati jadi uring-uringan, dan hanya air mata yang bisa tertumpah untuk menghilangkan beban.

Tapi masa-masa sulit itu perlahan bisa kuatasi, meskipun aku masih sering menangis sekarang. Tapi tangianku bukan lagi tangis kesal, melainkan tangis sesal, mengapa aku dulu  tak segera menyadari bahwa mengasuh gadis kecilku ini ternyata adalah sesuatu yang sangat indah dan berharga. Dulu ketika masih ada Mbah, aku tak perlu memusingkan urusan memasak makannya Nabila, tak perlu mencemaskan sore ini Nabila sudah makan, belum, sudah mandi belum. Aku sering mengulur waktu pulang dan menganggap pekerjaanku pantas mendapat konsentrasi lebih daripada urusan Nabila. Tapi kini, aku telah benar-benar tersentuh. Menjalani semua ini benar-benar mengesampingkan semua egoku, tak ada lagi kepentingan mama yang nomor satu. Her needs comes first…..kalo Nabila senang, mama juga jadi tenang. Main gelitik  sampe Nabila tertawa terkekek-kekek, mencium dan memeluknya, memuji betapa pintarnya dia tidak rewel, mengajaknya bercerita…………cuma 1,5 jam , Nabila kembali ceria dan aku  bisa dengan tenang  kembali ke kantor. Se simple itu membuatnya bahagia, tapi dulu tak pernah dengan niat kulakukan karena terlalu mengandalkan Mbah.

Tak ada yang sempurna di dunia ini karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.  Begitu juga aku. Sekarang, aku sudah mendapat pola mengaatur semua jadwal rumah, kantor, dan Nabila. Aku masih terus belajar dan berusaha untuk menjadi ibu yang lebih baik lagi untuk Nabila, tentu sja dalamperjalanan ini . semua tantangan harus disikapi dengan bijak.

“Bahwa setelah kesusahan pasti ada kemudahan dan bersama kesusahan pasti disertai kemudahan yang lain”. (QS.Al-Insyiroh (94):5-8).

Kini, aku benar-benar meresapi makna ayat Al-Qur’an di atas karena sesungguhnya dengan semu tantangan yang aku alami, Nabila bukanlah anak yang rewel. Nabila tak banyak protes dengan setiap menu makan yang aku masakkan, meskipun itu cuma sop telur dengan wortel. Nabila tak perlu digendong, atau diayun ketika akan tidur, dan yang pasti…………………tawa cerianya selalu membuat hatiku lapang seluas samudera, membuatku lebih ikhlas menjalani semua tantangan ini.

Hhhhhh…….Nabila…Nabila….Je t’aime mon cher

Maman sayaaaaang banget sama Nabila

Ditulis dalam Diary | Leave a Comment »

Be deft on my lazy day

Ditulis oleh beninglarashati di/pada Januari 9, 2009

This lazy friday, i make my ear deft, listening tremendous egypt percusion played by Hossam Ramzy, loudly. Energetic and powerful so that i can’t stop shaking my head following the beat of tabla rhythm until I did not heed the people around me. What a three hours wasting time, but i enjoy it. It’s worthed to get such an offs music.

Ditulis dalam Diary | Leave a Comment »

Horeeee….Papa pulang!!!!

Ditulis oleh beninglarashati di/pada Desember 27, 2008

sabtu 27 Desember 2008

09.30 : nganter Lik Endang ke bus IMI, mau balek ke Curup. Sedih juga. Habis lama ga ketemu, sekali ketemu cuma 6 hari doang, bertiga lagi deh sama Nabila sama si Mbah. Tapi hatiku suka karena hari ini juga mas Hambali pulang dari Jogja, berangkat sore nanti dan senin pagi sudah nyampe Jambi. Oh senangnya….akhirnya papa pulang juga. Sudah kangen banget euy…..Oh ya Ayah hari ini ultah, mesti telp dulu nih.

Ditulis dalam Diary | Leave a Comment »

Pagi yang independent

Ditulis oleh beninglarashati di/pada Desember 6, 2008

Minggu pagi adalah pagi yang independent buatku. Tak ada si mbah yang mencuci piring, menyuci pakaian Nabila, dan membuat bubur. Just the two of us, only me and Nabila. Di pagi yang independent itu, aku menggendong Nabila sambil mencuci piring, merebus air, dan membereskan pernak-pernik dapur. Kemudian, kukeluarkan kotak biskuit bayi dan menyodorkan kepada Nabila, tangan mungilnya ragu-ragu sejenak menyentuh bulatan biskuit rasa pisang itu, seakan tak percaya diberi kewenangan tuk mengambil sendiri biskuitnya, hap…ambil satu tangan kanan….hap…ambil satu tangan kiri. Kemudian ia menoleh kepadaku dan tersenyum sambil melambai-lambaikan tangannya. Aaahhhh……..mengagumkan sekali. Kuturunkan dia di kasur depan tv, kunyalakan tv dan kucari channel 3, Global TV, pukul 06.00 waktunya Spongebob Square Pant………kepala dan badannya bergoyang-goyang mengikuti musik soundtracknya……….

I can’t hear you…….Ay..ya captain.

oooooooooooh who lives in a pineapple under the sea?.
spongebob squarepants!
Aborvent & yellow & as pouras as he
Spongebob Squarepants
if not a big nonsance it something you wish
Spongebob Squarepants
And drop on the deck & flop like a fish

spongebob squarepants!
readyyyyyyyy
spongebob squarepants spongebob squarepants spongebob squarepants
spongebooooooooooobs sqaurepaaaaaaants

Aaaahhhh……lucunnya

Pagi yang independent itu, sambil mengawasi Nabila memakan biskuitnya dan nonton spongebob, aku memunguti si gajah, si pingky, rabbit, mow, dan bola plastik warna-warni yang dihamburkan tak tentu arah oleh Nabila semalam, menyapu seluruh ruangan, dan menyiapkan air mandinya. Manis sekali dia duduk. Beruntung waktu itu ada iklan Milo sehingga dia lengah tak memperhatikanku yang menyelinap ke dapur untuk mengangkat air panas, kalo dia tahu, pasti dia sudah menyusul merangkak ke dapur.

Pagi yang independent itu, aku belajar jadi ibu yang efisien, efektif dan ekstra sabaaarrr. Aku mengajaknya ngobrol, meminta pengertiannya supaya jangan rewel dan bisa kutinggal sebentar sesekali agar aku dapat membuat secangkir kopi panas, dopping ku tuk seharian meladeni kelincahannya bermain ini itu kesana kesini.

Ahhhhh…melelahkan memang, tapi aku puas. Pagi itu, jadi ibu yang independent.

Hyyyyyy............

Hyyyyyy............

Ditulis dalam Diary | 2 Komentar »

Tragedi tengah malam (tulisan ketinggalan)

Ditulis oleh beninglarashati di/pada November 8, 2008

Jambi, 31 Mei 2007

Jam sudah menunjukkan pukul 23.55, teman-teman kosku sepertinya memang hendak memecahkan kesunyian malam ini dengan bergurau sampai terbahak-bahak. Padahal ini sudah hampir tengah malam dan bukan malam liburan. Suara mereka terdengar jelas sampai kamarku yang terletak paling belakang dekat dapur. Aku mematikan lampu dan membenamkan kepalaku di bawah bantal untuk meredam kebisingan suara mereka. Ingin rasanya aku keluar kamar dan menyuruh mereka diam. Tetapi aku mencoba untuk bersabar sambil berdoa dalam hati supaya Tuhan mengingatkan mereka kalau ini sudah tengah malam dan suara tertawa mereka sangat mengganggu. Aku tidak ingin mencari masalah dengan mereka. Toh mereka sudah besar-besar dan harusnya….harusnya mengerti tata kesopanan bermasyarakat. Semenit dua menit, rasanya telingaku tersiksa sekali, suara tertawa mereka tidak berhenti-henti juga, malahan semakin menjadi-jadi. Ini tak bisa dibiarkan. Aku juga bayar di kos ini dan aku juga berhak untuk beristirahat dengan nyaman dan tenang, aku harus bertindak. Baru saja aku akan beranjak dari tempat tidur tiba-tiba aku mendengar seseorang membuka grendel pintu dengan keras dan berteriak-teriak dengan nada memaki. Suaranya jelas dari rumah di seberang, suara wanita sedang mengomel. Sejenak kemudian suasana hening, terdengar langkah kaki bergedebuk masuk kamar sambil mengikik menahan tawa. Kudengar suara teman-temanku berbicara berbisik-bisik di salah satu kamar di sebelahku. Telingaku langsung waspada. Kudengar wanita di seberang mengakhiri omelannya dengan menutup pintu keras sekali, teman-temanku masih ramai berbisik-bisik di salah satu kamar. Aku tidak peduli. Kutarik kembali selimutku dan Alhamdulillah, akhirnya aku bisa tidur dengan tenang.

Paginya teman-teman ribut menceritakan kejadian tadi malam. Rupanya nyonya rumah di depan marah karena suara bergurau teman-temanku sampai membangunkan tidur anaknya yang masih kecil. Memang jarak rumah kosku dengan tetangga depan cukup dekat, hanya dibatasi jalan setapak yang hanya muat untuk satu mobil. Teman-temanku tidak terima dimaki-maki karena berbuat keributan malam tadi, mereka malah menuduh nyonya rumah seperti anak kecil dan dan tidak etis sudah meneriaki mereka dari depan rumahnya. Dalam hati aku justru berterima kasih pada nyonya rumah itu. Aku hanya senyum-senyum saja mengomentari mereka. Percuma saja berbicara pada keledai yang tuli. Sejak malam itu, jelas sekali teman-teman kosku memasang wajah anti kepada tetangga depan, begitu juga sebaliknya. Tapi aku yang tidak ikut-ikutan ini tak luput dari tatapan sinis si nyonya rumah. Ah bodo amat…….Tuhan maha tahu apa yang terjadi malam itu. Aku tak terlalu ambil pusing.

Ditulis dalam Diary | Leave a Comment »

Mudik terancam batal

Ditulis oleh beninglarashati di/pada September 15, 2008

Waaaaahhhh….gawat nih. Rencana mudik terancam gagal. Padahal aku sudah berharap banget bisa mudik lebaran kali ini. Yaaaahhhh gimana dunk. HHhh………………. sedih sekali.

Ditulis dalam Diary | Leave a Comment »

Maintenance

Ditulis oleh beninglarashati di/pada September 13, 2008

Stengah harian kemarin kuisi dengan mem-maintenance blog-blogku yang akhir-akhir ini terbengkalai. Satu blog error, ga bisa ngeposting, cuma bisa dibaca aja. Karena kelamaan ga dibuka kali yee. Yang satu blog komunitas bukukita.com. Aku perlu bersosialisasi dengan para pecinta buku dan mengetahui perkembangan buku apa yang lagi “IN” dibaca. Blog nya pun sederhana saja. Yang di wordpress ini lebih bersifat pribadi. Berbagai tema sudah menyesaki ruang otakku. Malemnya kepikiran satu tema sosial tuk ditulis, tapi besoknya pas ngadep komputer, malah modul Logika Informatika yang diketik. Belum lagi jadwal ujian tugas akhir mahasiswa yang dipadatkan sehari tiga. Biar cepet selesai seminggu ini gitu. Pas lagi, bulan puasa. Bener-bener cobaan untuk nahan emosi ngadepin mahasiswa yang kadang kalo ditanya A jawabannya nglantur kemana-mana. DMG…….(duh my GOd), paringono sabar kawula nika.

Hmmmm………pa lagi yang mau kutulis.

Sebenarnya aku sudah nyiapin satu project. Yaitu mentranslate puisi-puisiku ke dalam bahasa perancis. Nggaya banget ya kayaknya (kira-kira siapa ya yang mau baca?). Abiz aku emang lagi demam french language. Gara-gara Anggun C Sasmi niy. Tak perlu kawatir. Tuk mentranslatenya, di MS Word ada fasilitas Word Lingo yang 90% akurat menerjemahkan tapai dari bahasa inggris ke perancis. Yang dari bahasa Indonesia ke perancis belum ada. Jadi……..ku harus mentranslate puisiku ke dalam bahasa Inggris dulu nih…..(Berat juga). Project yang satu lagi yautu ngetik naskah cerpen “TAHUN BARU” yang aku tulis 4 tahun lalu. Sebenernya naskahnya dah pernah aku tulis di komputer, tapi ilang dan yang ada hanya print outnya doang. Cuma lima lembar sih, tapi masih harus di edit dan disesuaikan dengan perkembangan IPOLESOSBUDHANKAM (halaaaahhhh,…..lebai dech). Bener kok, karena ada beberapa tulisan dalam cerpen tsb yang ga layak tayang. Ehemmmm………….(yang mana nih……,ada deeehhh).

Beberapa puisi yang baru ku upload kemaren tu sebenernya ku copy dari blogku yang laen. Biar ada semua gitu. Soal-soal tugas Logika Informatika bakal mahasiswa semester baru juga sudah kupersiapkan di blog ini. Maunya sih besok ngasi tugasnya lewat internet aj. But mampu ga ya mahasiswanya?. Insya Allah bisa lah ya. Sekalian promosi blog geto loh.

Ditulis dalam Diary | Leave a Comment »

Jejak Kampung Halamanku

Ditulis oleh beninglarashati di/pada September 12, 2008

Ketika aku rindu akan sepenggal “LALU”

Kunyanyikan sebait “COVER” by Anggun

Memutar kembali episode hidupku di “CEPU”

Episode ketika kuhabiskan waktu dengan “MAHABARATA”

Episode ketika aku harus berperan “PROTAGONIS” sekaligus “ANTAGONIS”

Masa ketika aku jadi remaja yang “PEMBERONTAK”

dan semua ujian sekolah yang tak ada habisnya selama 12 tahun.

OOhhhhh…………………..

I miss my home

COVER by Anggun C Sasmi

This is wrong
Somehow the heat of the sun’s not as strong
As the warmth I knew and could only belong
To the sky of my home
No other than from my home

Though I’ve been gone
Painting lines of destiny on my own
Tasting water from the sea of uknown
But whenever the wind blows
The winter’s here in my soul

Some things can’t be erased from a paper
Blood can not be replaced by water
Dreams that I have embraced
Can’t cover the trace of my home
Of my home

I don’t know when
I can go back and start over again
Will I be a stranger will they be friends
Doubts are pouring like the rain
Hoping they can understand

That some things can’t be erased from a paper
Blood can not be replaced by water
Dreams that I have embraced
Can’t cover the trace of my home
Of my home

Ditulis dalam Diary | Leave a Comment »

Being IKHLAS is not easy

Ditulis oleh beninglarashati di/pada September 11, 2008

Being ikhlas is not easy for me. I’m still learning how to be a mature woman also a mature wife.

Ikhlas, it’s mean I wouldn’t complaint about my husband slumber ness, I wouldn’t complaint about in appropriate schedule that I’ve been arrange before. Ikhlas, it’s mean I wouldn’t complain about the limited of my spare time (since Nabila was growing bigger and need my full attention while she is playing), I wouldn’t complaint about my limited social life (since I was new citizen in Jambi). Ikhlas, it’s mean I have to be patient, more patient than before. I’m trying to deal with my emotional feelings. When my heart was broken and my mouth want to argue, I just crying and I discuss with God through my clearly mind. I’m trying to be positive and not to burst out. Hhhhhh………….I need the solitude. I need to invisible for a moment. It was too hectic and everything surround me was moving unpredictably. Chaos…….scramble………Allah teach me to IKHLAS.

Ditulis dalam Diary | Leave a Comment »