Jambi 25 July 2011
Pasca keguguranku akhir bulan Maret lalu, berturut-turut kemudian aku dikejutkan oleh kegiatan-kegiatan yang memberikan pengalaman-pengalaman dan ‘sensasi’ baru sebagai bagian dari episode kehidupanku. Bagiku itu semua menjadi semacam ‘Lompatan Kuantum’ yang subhanallah, besar sekali pengaruhnya dalam proses pematangan diri. Allah berkenan memberikan pengalaman itu untuk menjadi pelajaran tersendiri bagiku, agar aku bisa mengintrospeksi diri. Pengalaman-pengalaman itu antara lain :
-
Pada pertengahan April, bertemu kembali dengan penulis Gol A Gong (untuk yang ketiga kalinya setelah workshop dan launching NCB) bersama istrinya mbak Tyas Tantaka yang juga penulis. Mereka berdua adalah the founder of Rumah Dunia di Serang. Kedatangan mereka ke Jambi kali ini dalam rangka mengisi workshop di SMP 7 Jambi. Malam itu dalam suasana yang kekeluargaan di ‘Tanggo Rajo’, kami berenam plus satu (Mas Gong dan mbak Tyas, Berlian Santosa, bu Yoke Subandhi, Saya, dan Syarifah Lestari dan putrinya yang blm setahun), duduk santai makan jagung baker, mie rebus dan sate padang sambil menikmati keremangan sungai Batanghari. Mas Gong dan mbak Tyas banyak memberikan saran dan masukan tentang salah satu cara untuk mencari dana bagi organisasi FLP yaitu dengan mendirikan Taman Bacaan. Kami juga berdiskusi tentang maraknya penerbit self publishing yang kian menjamur di Internet. Mas Gong dan mbak Tyas mengingatkan kami, para penulis pemula untukselalu bersabar dan tidak keburu pengin laku tulisannya dan dikenal. Mengirimkan tulisan ke penerbit besar memang ga gampang, tapi langkah jitu jika karya kita ingin dikenal masyarakat luas. Sedangkan penulis-penulis yang maunya serba instant kadang mutunya terabaikan dan dengan sendirinya tidak akan bertahan lama di dunia tulis-menulis. Nasehat yang membuatku kecut. Alangkah benarnya.
-
Di bulan Mei, sebagai calon anggota baru FLP angkatan 10 maka aku dan 35 teman lain mengikuti pelatihan menulis yang diadakan oleh pengurus FLP wilayah Jambi selama empat pekan berturut-turut setiap hari minggu di SMKN 4 Jambi. Di pelatihan ini, aku menimba banyak ilmu dan bertemu dengan banyak kawan baru yang berbeda umur, pendidikan, dan karier. Ini semacam PETA (Pekan Ta’aruf) bagiku yang baru kali ini berorientasi dengan teman-teman yang rata-rata masih mahasiswa dan asli Jambi, bahkan dua di antaranya adalah mahasiswaku. Berada di antara ‘The Youth’ ini membuatku kembali bersemangat MUDA meskipun ada juga beberapa teman yang umurnya lebih tua dibandingkan aku. Pada pecan kedua dimana pelatihan kali itu membahas tentang Puisi, aku berkesempatan berkenalan dengan salah satu penyair nasional wanita asli Jambi, ibu Iriani R Tandy. Beliau adalah salah satu penyair wanitaIndonesiayang karyanya dibukukan bersama para penyair International dan saat ini menjabat sebagai Ketua Penyair Wanita Jambi. Biografinya dimuat di harian Kompas. Sosok Iriany Tandy yang begitu sederhana (dibanding dengan kebesaran nama dan prestasinya) dengan komitmennya yang teguh, setia di bidang puisi serta perjuangannya yang tak kenal berputus asa dalam menekuni apa yang menjadi panggilan hatinya selama bertahun-tahun, memberikan pencerahan yang luar biasa. Dalam hati aku ber-azzam, ‘May someday I’ll be the next Iriany Tandy’. Amien.
-
Akhir pelatihan calon anggota FLP angkatan 10 ditutup dengan pembentukan kepanitiaan untuk acara Upgrading FLP Sumbagsel yang sekiranya akan dilaksanakan tanggal 25 dan 26 Juni 2011. berdasarkan hasil voting teman-teman, dengan perolehan suara sebanyak 13, aku terpilih menjadi Ketua Pelaksana. Sebelumnya, aku belum pernah sama sekali menjadi ketua suatu kegiatan. Jadi ini benar-benar hal baru untukku. Namun, aku tak bekerja sendirian, jajaran pengurus dan teman-teman angkatan 10 akan siap sedia membantu. Begitu kesepakatan yang terjadi pada awalnya. Masih baru, masih excited, masih semangat membara. Tapi tidak untuk minggu-minggu berikutnya. Minggu-minggu yang menjadi tantangan buatku. Memberikanku pengalaman ‘Praktek’ yang tiada duanya. Pengalaman me-menage diri dan dan orang-orang dalam kepanitiaan. Pengalaman me-manage schedule tugas-tugas di rumah sebagai ibudan istri, sebagai pengajar dan kerjaan administrative kantor, pengalaman me-manage kepanitiaan, orang dan tugas2nya. Memastikan semuanya terlaksana dan berjalan sesuai rencana. Bukan perkara gampang. Pengalaman yang benar-benar menguras tenaga lahir dan batin, pikiran dan perasaan. Pengalaman yang ‘DAHSYAT’. Handphone yg jarang-jarang berbunyi, selama kepanitiaan tak pernah seharipun absent dari sms teman-teman yang menanyakan ini itu, menginfokan itu ini, juga lain-lain hal remeh temeh yang membuat inbox memoriku full terus dengan sms dari temen-temen FLP. Kadang-kadang mereka tidak melulu menanyakan hal-hal yg bersangkut pautan dengan upgrading, tapi juga ada yang curhat dan minta pendapat soal karya puisinya. Hatiku diliputi keharuan jika satu dua diantara mereka terang-terangan menghargai usahaku, atau mengomentari betapa ‘supernya’ diriku dengan seabrek kegiatan. Aku bukan manusia tipe sanguinis yang senang perhatian, tapi kuakui, sedikit komentar baik dan perhatian-perhatian kecil dari teman-teman baru itu membuatku tetap semangat serta berusaha tegar di saat-saat rasanya aku ingin ‘berputus asa’ dan seperti tak berdaya. Aku pun berusaha untuk menghargai semua bantuan mereka, sekecil apapun itu meskipun hati terkadang dinodai tak suka karena konflik-konflik kecil dan komplain-komplain akibat mis komunikasi namun mereka telah ditakdirkan Tuhan menjadi bagian dari proses pematangan diriku, sama halnya Tuhan telah menjadikanku bagian dari proses kehidupan mereka. Mau tidak mau, suka tidak suka.
-
Sekiranya, sebelum acara Upgrading dilaksanakan, untuk memanfaatkan keberadaan mbak Maimon dan Koko Nata, akan diadakan acara pemanasan yaitu “PIKNIK SASTRA’ pada tanggal 24 Juni 2011. Tetapi berhubung acara tersebut bertepatan dengan agenda libur sekolah, dan setelah proposal-proposal serta surat-surat disebar, presentasi digelar, dan lobi-lobi tebar, acara piknik sastra itu akhirnya di pending sebab, tak sampai jari sepuluh peserta yang mendaftar. Tak apalah, ini pelajaran juga buatku.
-
Sungguh Tuhan Ar-Rahman, Pada saat pelakasanaan Upgrading FLP Sumbagsel, aku dipertemukan dengan
