Sudah lama juga gak menyambangi blog ku ini kecuali hanya untuk ngupload bahan kuliah mahasiswa. Sebenernya banyak banget yang pengen ditulis tentang suka duka mengajar satu semester ini, tapi otakku lagi males merangkai kata-kata yang layak enak dibaca tuk di publish, padahal sudah di depan komputer. Biasalah, lagi ga fokus. Ngejer ngajar nuntasin materi membuat otakku akhir-akhir ini jadi kaku gak terberdayakan buat ngungkapin isi hati dan pikiran ke dalam sebentuk kata-kata yang mungkin hanya akan dibaca sepintas lalu oleh mahasiswaku yang kebetulan numpang lewat di blog ini tuk download materi.
Dua minggu lagi ujian akhir berlangsung, berarti akan punya banyak waktu tuk fixing little things that i’ve been obeyed . Perlu untuk me-rearrange lagi all the stuff in my box. Apalagi meja kerja ini, ck…ck…ck….sudah ga karu-karuan n perlu sentuhan seni untuk mengembalikan lagi semangatku mengajar semester depan. Laci, rak buku, binder file, susunan meja kursi, semuanya minta dibenahi (sepertinya perlu bantuan pakar interior design deh buat ngerapiin ruangan kerjaku yang seuprit supaya terlihat lebih luas , chic dan elegen).Dan…sepertinya aku bakalan perlu mengkonsumsi caffein setiap hari supaya proses kreatif otakku dapat dimaksimalkan (segitunya kecanduan caffein. Begitulah klo kurang olah raga).
Jadi bulan depan aku harus mengucapkan Au Revoir (selamat tinggal) to my old stuff (jangan ditahan-tahan, diikhlaskan saja) n say Bienvenue to my new spirit. Kertas, file, dan pernak-pernik yang ga perlu harus segera dibuang (yang dikomputer juga). Bikin box buku dari kardus bekas (tentu saja kardus bekasnya akan dipercantik dengan kertas origami warna-warni made in sukma. Lumayan memanfaatkan barang bekas). File basket abu-abu ku kayaknya harus dipensiunkan karena sudah ga sanggup lagi menopang binder-binder file yang makin nambah isinya tiap semester. Atur posisi meja kursi, buang semua isi laci yang ga perlu, dan tentu saja dekor ulang benda seni yang ada (benda seni? cuma tempelan kertas origami warna-warni aja kok dibilang benda seni!) plus harus kuapakan bekas cipratan tinta printer di tembok ya?.
Wah…wah….sepertinya banyak yang harus dikerjakan. Semoga saja masih punya daya dan upaya tuk nuntasinnya.