Beninglarashati’s Weblog

Unspoken words….just write it down!

Arsip untuk Mei, 2009

Jingle Iklan MYZONE baru (Great DJ by The Ting Tings)

Ditulis oleh beninglarashati di/pada Mei 13, 2009

Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »

Two months without ‘The Nanny’

Ditulis oleh beninglarashati di/pada Mei 2, 2009

Dua bulan ini, kuanggap si mbah sudah ‘resign’, meskipun sebenarnya aku masih berharap beliau kembali, dan ternyata sebenarnya demikian juga dengan Mbah. Tapi telat seminggu konfirmasi nya. Selama dua bulan ini harus kuakui, sebuah ajang tantangan bagiku untuk bisa benar-benar mebagi waktu antara pekerjaan rumah, pekerjaan kantor, dan mengurus Nabila. Belajar untuk tidak egois mendahulukan kepentingan sendiri karena ada little angle yang butuh selalu untuk diperhatikan. Belajar untuk saaaaaabaaaaarrrrr!!!!!. Sabar, ini perlu digaris bawahi lebih karena sifat dasarku yang suka grusa-grusu dan kesusu. Menjadi ibu yang telaten dan sabar mendampingi Nabila, coba mengerti setiap maunya, dan coba menggantikan sosok sportif papa,….tidaklah semudah teori di buku. Tapi dua bulan ini telah benar-benar menempa pribadiku menjadi lebih tegar dan lebih sabar. Pagi hari aku harus mengatur aktivitas supaya aku tepat waktu masuk jam 8 dan Nabila juga sudah ready untuk diajak Yayi jalan-jalan pagi. Alhasil, setelah subuh, dengan melawan segala kantuk dan dinginnya udara pagi, antara seterika, mencuci, menjerag air panas untuk isi termos, dan air mandi Nabila, membereskan dapur, dan merapikan mainan Nabila yang berantakan, harus dikerjakan secara simultan dengan irama yang tidak hanya cekatan, tapi juga harus efisien dan sigap. Siang hari, aku harus bergegas pulang untuk menyiapkan makan siang Nabila dan Yayi. Naaahhh…..bagian ini yang agak susah. Karena Nabila selalu minta perhatian ketika aku pulang. Padahal aku harus memasak sayur untuk makan siangnya dan juga menyiapkan makan siang Yayi. Hatiku miris bercampur jengkel juga terkadang mendengar rengekannya minta digendong, sedangkan waktuku terbatas karena harus kembali lagi ke kantor. Seringnya juga, sore hari ketika badan ini letih ingin diistirahatkan sejenak setelah seharian beraktifitas, Nabila menarik-narik tanganku sambil menunjuk pintu minta diajak bermain keluar. Badan remuk redam rasanya, hati jadi uring-uringan, dan hanya air mata yang bisa tertumpah untuk menghilangkan beban.

Tapi masa-masa sulit itu perlahan bisa kuatasi, meskipun aku masih sering menangis sekarang. Tapi tangianku bukan lagi tangis kesal, melainkan tangis sesal, mengapa aku dulu  tak segera menyadari bahwa mengasuh gadis kecilku ini ternyata adalah sesuatu yang sangat indah dan berharga. Dulu ketika masih ada Mbah, aku tak perlu memusingkan urusan memasak makannya Nabila, tak perlu mencemaskan sore ini Nabila sudah makan, belum, sudah mandi belum. Aku sering mengulur waktu pulang dan menganggap pekerjaanku pantas mendapat konsentrasi lebih daripada urusan Nabila. Tapi kini, aku telah benar-benar tersentuh. Menjalani semua ini benar-benar mengesampingkan semua egoku, tak ada lagi kepentingan mama yang nomor satu. Her needs comes first…..kalo Nabila senang, mama juga jadi tenang. Main gelitik  sampe Nabila tertawa terkekek-kekek, mencium dan memeluknya, memuji betapa pintarnya dia tidak rewel, mengajaknya bercerita…………cuma 1,5 jam , Nabila kembali ceria dan aku  bisa dengan tenang  kembali ke kantor. Se simple itu membuatnya bahagia, tapi dulu tak pernah dengan niat kulakukan karena terlalu mengandalkan Mbah.

Tak ada yang sempurna di dunia ini karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.  Begitu juga aku. Sekarang, aku sudah mendapat pola mengaatur semua jadwal rumah, kantor, dan Nabila. Aku masih terus belajar dan berusaha untuk menjadi ibu yang lebih baik lagi untuk Nabila, tentu sja dalamperjalanan ini . semua tantangan harus disikapi dengan bijak.

“Bahwa setelah kesusahan pasti ada kemudahan dan bersama kesusahan pasti disertai kemudahan yang lain”. (QS.Al-Insyiroh (94):5-8).

Kini, aku benar-benar meresapi makna ayat Al-Qur’an di atas karena sesungguhnya dengan semu tantangan yang aku alami, Nabila bukanlah anak yang rewel. Nabila tak banyak protes dengan setiap menu makan yang aku masakkan, meskipun itu cuma sop telur dengan wortel. Nabila tak perlu digendong, atau diayun ketika akan tidur, dan yang pasti…………………tawa cerianya selalu membuat hatiku lapang seluas samudera, membuatku lebih ikhlas menjalani semua tantangan ini.

Hhhhhh…….Nabila…Nabila….Je t’aime mon cher

Maman sayaaaaang banget sama Nabila

Ditulis dalam Diary | Leave a Comment »