Ditulis oleh beninglarashati di/pada September 20, 2008
Hujan deras disertai angin kencang mengguyur kota Jogja. Belum terlalu sore bagi orang-orang untuk melepas lelah. Malahan ini waktunya para pekerja kantor , anak-anak sekolah di tingkat atas dan mahasiswa pulang dari aktivitas seharian yang melelahkan. Aku duduk di jendela kamar kosku yang menghadap ke jalan kampung. Dari balik pagar dapat kulihat penjual mie ayam keliling sedang berteduh di gardu samping rumah kos. Sudah sejak pagi cuaca mendung, membuatku malas beraktivitas. Lagi pula hari ini tidak ada kuliah atau kegiatan akademik lain yang harus kuikuti. Tapi rasanya tidak enak membiarkan badan bermalas-malasan. Akhirnya aku pergi ke dapur, membuat kopi kental agak manis untuk mengembalikan energi dan kewaspadaan mataku. Kembali kuamati keadaan di luar sambil menghirup kopi hangat di jendela. Jalan kecil di depan selalu banjir jika hujan datang. Tidak tahu dari saluran mana air itu meluap. Menurutku, rumah-rumah penduduk di kampung Lodadi ini memang kurang teratur. Sejak tiga tahun yang lalu aku menempati kosku di daerah ini, banyak bermunculan tempat kos-kos baru yang lebih besar dan lebih bagus dari yang sudah ada. Tapi sayangnya pembangunan itu tidak disertai pengaturan tata letak yang teratur. Bangunan baru dan bagus serta bercat warna menyala berbaur dengan rumah-rumah penduduk yang biasa, bahkan ada yang terkesan kumuh, membuat keseluruhan pemandangan menjadi tidak serasi. Yang utama, jarang sekali terlihat saluran air yang benar-benar berfungsi dengan baik, bahkan ada beberapa rumah yang tidak mengindahkan tampunagn pembuangan air limbah hujan ini. Sehingga air hujan meluap ke jalan-jalan membuatnya cepat rusak dan berlubang meski baru semusim diperbaiki.
Sudah setengah jam lebih dan hujan belum juga reda. Penjual mie ayam masih setia berteduh di pos ronda seberang kosku,menunggu pembeli sambil menunggu hujan reda. Kali ini dia tidak menganggur. Beberapa pembeli yang merupakan penghuni lantai tiga rumah kosku memesan beberapa mangkuk. Dengan cekatan penjual itu menyiapkan mangkok, merebus mie dalam panci aluminium berisikan air mendidih. Sambil menunggu mie matang, bumbu-bumbu dan minyak dituang ke masing-masing mangkok sama rata. Sementara itu air di jalan sudah meluap meredam kaki si penjual mie setinggi tumit. Seorang pengendara sepeda motor lewat memakai jas hujan. Dengan hati-hati melewati samping gerobak mie ayam. Mungkin takut cipratan air dari ban motor yang berputar akan membasahi penjual mie dan gerobagnya. Mie rebus dengan potongan ayam kecil-kecil serta sawi hijau sudah siap disajikan. Semua mangkuk yang jumlahnya tiga buah diletakkan di atas nampan kayu yang sudah lusuh dan mengelupas catnya di kedua sisi. Dengan payung yang di gamit di bawah lengan, penjual itu berjalan ke arah kosku. Tiga orang teman yang tadi memesan sudah menunggu di depan pintu pagar yang merupakan bagian dari teras yang terlindung atap. Bau sedap mie ayam merasuk hidungku. Setelah menerima enam lembar ribuan dengan wajah sumringah, si penjual riang menuju gerobagnya kembali, menunggu pembeli lain sambil membunyikan dua bilah bambu kecil. Tek…tek…tek……Air hujan membasahi muka dan sebagian bajunya.
Wajah itu sudah sering kulihat tiap sore. Masih muda, sekitar duapuluh tahunan. Tapi kesegaran wajah muda itu disembunyikan oleh keriput di sekitar mata dan kulit yang hitam terpapar sinar matahari setiap harinya. Hanya bola mata jernih yang menyiratkan kemudaan semangat hidup yang ada di dirinya. Menyadari bahwa dirinya harus berjuang lebih keras untuk mencari lembaran-lembaran rupiah agar tetap bertahan hidup. Mungkin bukan hanya untuk menopang dirinya sendiri, tapi juga untuk nyawa-nyawa lain yang menggantungkan harapan ke pundaknya. Kadang kudapati matanya nanar memandangi anak-anak muda berpakaian rapi, meyandang tas yang berisi buku-buku pelajaran. Mungkin membayangkan jika saja sore itu dirinyalah yang berpakaian rapi dan menyandang tas. Berada di dalam ruang kelas kuliah, dengan seksama mendengarkan dosen menglhotbahkan matakuliah ekonomi. Impian itu terasa jauh dari jangkauannya. Tapi siapa tahu nasib apa yang akan menyapanya kelak. Sekilas, ada berkas pengharapan di sudut matanya. Keinginan untuk meraih hidup yang lebih layak dan membahagiakan keluarga kelak. Dia tahu hujan ini tidak akan menghalangi langkahnya menggapai mimpi hari ini.
Beberapa saat kemudian kulihat penjual mie ayam mendorong gerobaknya menuju gang lain di samping gardu. Ada senyum optimisme mengiringi langkahnya, tersungging di bibirnya yang pucat menahan dingin cuaca. Tek….tk…tek….Sayup-sayup suara bilah bambu beradu semakin menjauh.
Original created by sukma. Naskah asli pertama kali ditulis 20 Februari 2004.
Ditulis dalam Ceritaku | Leave a Comment »
Ditulis oleh beninglarashati di/pada September 18, 2008
Menjelang tayangnya “LASKAR PELANGI THE MOVIE” tanggal 25 September mendatang, euforia menyambut film yang paling ditunggu-tunggu se-Indonesia ini sudah merebak dimana-mana. Semua orang seperti demam Laskar Pelangi, paling tidak itu yang kupantau dari sejumlah situs dan blog yang mengulas tentang Laskar Pelangi The Movie. Dari Andrea Hirata sang penulis, para aktor cilik asli Belitung yang akan memerankan tokoh-tokoh dalam laskar pelangi, soundtrack, thriller, behind the scene, dan semua pernak-pernik yang berhubungan dengan film ini tak ada habisnya dibicarakan. Coba ketik “Laskar Pelangi” di google search, maka Anda akan menemukan sekitar 565.000 situs dan blog yang berhubungan dengan Laskar Pelangi. Soundtrack utamanya yaitu “LASKAR PELANGI” yang dinyanyikan oleh Nidji, yang dirilis lebih awal (“untuk membangkitkan mood penonton”, kata Mira Lesmana sang produser) semakin menambah daya tarik laskar pelangi the movie. Kata Andrea, “Soundtracknya Laskar Pelangi Banget”. Ini karena Giring, sang vokalis Nidji ternyata juga salah satu penggemar buku Laskar Pelangi dan dia sangat menangkap esensi cerita yang ingin disampaikan oleh Andrea melalui bukunya ini.
Dan……salah satu manusia yang kena demam euforia Laskar Pelangi ini adalah AKU. Begitu melihat tayangan Laskar Pelangi The Movie di Kick Andy jum’at minggu lalu, esok harinya aku langsung bergerilya mencari semua hal yang berhubungan dengan film ini, termasuk dengan sukses mendownload OST nya yang dinyanyikan oleh Nidji (dengan judul LASKAR PELANGI) dan Gita Gutawa (dengan judul TAK PERLU KELILING DUNIA). Alhasil, sudah tiga hari ini aku jadi mahluk ga produktif, kerjaku hanya browsing internet. Tapi tak apa, toh tidak tiap hari aku begini dan kebetulan tugas-tugasku sudah selesai.
Yang pasti aku sangat penasaran ingin segera melihat filmnya. Dari official site nya Laskar Pelangi The Movie, bisa dilihat bahwa sang produser dan sutradara (Riri Riza) betul-betul bekerja keras membawa suasana yang tergambar dalam buku aslinya ke dalam bentuk visual yang pasti…tidaklah mudah. Beban berat ada di tangan mereka untuk menciptakan waktu, tempat kejadian, serta gambaran yang sesuai dengan yang tertulis dalam buku aslinya ,yaaaa………kalo tidak bisa dibilang persis…..karena bahasa film kan memang tidak sama dengan bahasa tulis.
Tentu Aku, mewakili para penggemar buku Laskar Pelangi berharap dengan adanya Laskar Pelangi The Movie, maka semakin terbuka wawasan dan cara pandang kita dalam menyikapi hidup. Syukuri saja, begitu yang sering dikatakan suamiku. Dan aku harus blajar lebih lagi untuk lebih bersyukur.
Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »
Ditulis oleh beninglarashati di/pada September 17, 2008
Kalo kemaren hatiku sempet gundah karena terancam ga bisa pulkam, sekarang aku boleh berlega hati. Rencana mudik 99% jadi. Tiket dah dipesan, mental dah dipersiapkan. Alhamdullilah…..semoga saja kepulanganku kelak membawa suasana berbeda di hri lebaran nanti.
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Ditulis oleh beninglarashati di/pada September 15, 2008
Waaaaahhhh….gawat nih. Rencana mudik terancam gagal. Padahal aku sudah berharap banget bisa mudik lebaran kali ini. Yaaaahhhh gimana dunk. HHhh………………. sedih sekali.
Ditulis dalam Diary | Leave a Comment »
Ditulis oleh beninglarashati di/pada September 13, 2008
J’essaye d’être dur, ai placé mon coeur rugueux
J’essaye d’être patient, combats en arrière mon arrogant
J’essaye d’être mûr, ne veux pas être défectueux
J’essaye d’être vrai, Dieu me donne un indice
J’essaye d’être brave, Dieu me donne une foi
Voulez-juste toi, seulement vous ici.
Je ne peux pas vous juger serré
Volez loin et répandez vos ailes
et ici j’attendrai
bien que mon coeur brisé mais moi garde le silence
Cacher mes larmes derrière mon sourire
Beaucoup de fois j’ai prié
Dieu ne me laissent pas parasite
Amour
J’ai besoin juste de votre amour.
D’ailleurs, votre amour me rendra fort
Ditulis dalam PUISIKU | Leave a Comment »
Ditulis oleh beninglarashati di/pada September 13, 2008
Semalem nonton Kick Andy yang temanya “LASKAR PELANGI THE MOVIE”. Kemaren aku dah nonton Thrillernya di Youtube. Ya Ampun…ga sabar lagi deh mau nontonnya. Tanggal 25 september ini tayang. Pas aku lagi mudik lebaran di Jawa. Dalam tayangan itu ditampilkan para pemeran laskar pelangi cilik. Ada Zulfanny yang jadi Ikal kecil, trus Suhendri yang jadi Akiong, Febriansyah yang jadi Samson, dll. Soundtracknya yang dibawakan oleh Nidji juga oke banget liriknya. Buku Laskar Pelangi nya sendiri sudah yang ketiga kali ini kubaca. Aku penasaran banget dengan scene waktu Kucai ga terima dipilih jadi ketua kelas. Mbaca di bukunya aja sudah bikin aku ngakak apalagi adegan di filmnya ya.
Trus aku juga penasaran dengan scene Ikal ketemu Aling waktu Ikal dan syahdan kebagian tugas beli kapur.
Seperti yang dibilang Andrea Hirata, film ini bakal menjadi film adaptasi novel terbaik di Indonesia sampai saat ini. Brarti semua yang ada di buku bakal ada di film. Aku jadi tambah penasaran deeehhhhh…………….
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
Ditulis oleh beninglarashati di/pada September 13, 2008
Stengah harian kemarin kuisi dengan mem-maintenance blog-blogku yang akhir-akhir ini terbengkalai. Satu blog error, ga bisa ngeposting, cuma bisa dibaca aja. Karena kelamaan ga dibuka kali yee. Yang satu blog komunitas bukukita.com. Aku perlu bersosialisasi dengan para pecinta buku dan mengetahui perkembangan buku apa yang lagi “IN” dibaca. Blog nya pun sederhana saja. Yang di wordpress ini lebih bersifat pribadi. Berbagai tema sudah menyesaki ruang otakku. Malemnya kepikiran satu tema sosial tuk ditulis, tapi besoknya pas ngadep komputer, malah modul Logika Informatika yang diketik. Belum lagi jadwal ujian tugas akhir mahasiswa yang dipadatkan sehari tiga. Biar cepet selesai seminggu ini gitu. Pas lagi, bulan puasa. Bener-bener cobaan untuk nahan emosi ngadepin mahasiswa yang kadang kalo ditanya A jawabannya nglantur kemana-mana. DMG…….(duh my GOd), paringono sabar kawula nika.
Hmmmm………pa lagi yang mau kutulis.
Sebenarnya aku sudah nyiapin satu project. Yaitu mentranslate puisi-puisiku ke dalam bahasa perancis. Nggaya banget ya kayaknya (kira-kira siapa ya yang mau baca?). Abiz aku emang lagi demam french language. Gara-gara Anggun C Sasmi niy. Tak perlu kawatir. Tuk mentranslatenya, di MS Word ada fasilitas Word Lingo yang 90% akurat menerjemahkan tapai dari bahasa inggris ke perancis. Yang dari bahasa Indonesia ke perancis belum ada. Jadi……..ku harus mentranslate puisiku ke dalam bahasa Inggris dulu nih…..(Berat juga). Project yang satu lagi yautu ngetik naskah cerpen “TAHUN BARU” yang aku tulis 4 tahun lalu. Sebenernya naskahnya dah pernah aku tulis di komputer, tapi ilang dan yang ada hanya print outnya doang. Cuma lima lembar sih, tapi masih harus di edit dan disesuaikan dengan perkembangan IPOLESOSBUDHANKAM (halaaaahhhh,…..lebai dech). Bener kok, karena ada beberapa tulisan dalam cerpen tsb yang ga layak tayang. Ehemmmm………….(yang mana nih……,ada deeehhh).
Beberapa puisi yang baru ku upload kemaren tu sebenernya ku copy dari blogku yang laen. Biar ada semua gitu. Soal-soal tugas Logika Informatika bakal mahasiswa semester baru juga sudah kupersiapkan di blog ini. Maunya sih besok ngasi tugasnya lewat internet aj. But mampu ga ya mahasiswanya?. Insya Allah bisa lah ya. Sekalian promosi blog geto loh.
Ditulis dalam Diary | Leave a Comment »
Ditulis oleh beninglarashati di/pada September 12, 2008
Jadikan dirimu selimut……..
dan aku akan berlindung dalam dekapan hangatmu penuh kasih.
Jadikan dirimu madu……….
dan aku akan mengecap manisnya cintamu.
Jadikan dirimu mawar………
dan akan kucium wanginya setiap waktu.
Jadikan diriku pengantinmu……
dan akan kaumiliki hatiku selamanya
Pertama kali dipublish tanggal 16 maret 2007 (Masing pengantin baru neh)
Ditulis dalam PUISIKU | Leave a Comment »
Ditulis oleh beninglarashati di/pada September 12, 2008
Halo temen-temen blogger sekalian
Sebagai pecinta buku, tentu kita ga mau kan koleksi buku kita rusak atau jadi ga’ terawat. Sebenernya ngerawat buku ga’ susah kok, yang penting kita ada niat en bersedia ngeluangin waktu buat maintenance buku-buku kita. Mungkin beberapa tips berikut bisa sedikit ngebantu blogger sekalian.
1. Sampulah buku, novel, majalah, komik (kecuali koran kali yee..) dengan sampul plastik. Beli yang meteran sekaligus. Selain murah, juga bisa dipotong-potong sesuai dengan ukuran bukumu.
2. Untuk menghindari sampul plastik buku melekat satu sama lain, blogger bisa bubuhkan sedikit bedak tabur (Ga’ perlu yang merk mahal) di bagian sampul muka dan belakang kemudian ratakan dengan jari atau kapas.
3. Buat blogger yang suka baca sambil ngemil, noda minyak di halaman bukumu tentu ngeganggu. Ga’ masalah, untuk menyamarkan noda minyaknya, taburkan sedikit bedak di permukaan kertas yang terkena noda minyak, kemudian ratakan dengan jari or kapas, en voilaaaa…….
Gimana?, ga’ susah kan. Selamat mencoba n sampai jumpa di tips selanjutnya. C u
Ditulis dalam Tips | Leave a Comment »
Ditulis oleh beninglarashati di/pada September 12, 2008
JOGJAKARTA
Jogjakarta
Intelektualitas tanpa batas
Kemerdekaan tanpa beban
Suasana yang romantis
dan pesona yang eksotis
Jogjakarta
Ternyata aku rindu kamu
Kupikir luka ini akan sembuh jika ku jauh
Kupikir segala kenangan akan berlalu
dan ternyata aku keliru…………………
Jogjakarta
Temanku, musuhku, adikku, kekasihku
kesedihanku, kegembiraanku
kegetiranku akan hidup
keharuanku akan cinta
I will always love you
Pertama kali ditulis tanggal 30 maret 2007. Dalam hening kerinduan akan Jogjaku
Ditulis dalam PUISIKU | Leave a Comment »