Beninglarashati’s Weblog

Unspoken words….just write it down!

Antara Aku, Rara Mendut, dan Pemberontakan

Setiap kali aku membaca buku fiksi sejarah terutama yang berhubungan dengan sejarah tanah Jawa, otakku berusaha memvisualisasikan setiap adegan yang terdeskripsi dalam setiap baris kalimat. Membaca buku semacam Rara Mendut ini, yang bercerita tentang waktu dimana tanah Jawa dikuasai oleh Kerajaan Mataram, membuatku membayangkan seperti apakah tanah leluhurku 4 abad yang lalu? Aku mengira-ngira, keturunan manusia Jawa jenis apakah aku ini? Yang ksatria atau petani  biasa? Yang bangsawan atau begawan? Atau mungkin pujangga, karena aku mahir sekali mengolah kata-kata puitis. Ah…….terlampau jauh khayalanku. Yang seperti itu tentu akan sangat susah untuk ditelusuri lagi sekarang kecuali memang ada darah ningrat dari pihak Ayahku yang tervisualisasi dalam sebentuk foto hitam putih seorang pria setengah abdad (yang kata Ayahku adalah seorang wedana), dengan menggunakan pakaian adat jawa duduk di ruang tamu rumah berarsitektur Jawa-Belanda. Rumah yang merupakan tempat kami semua keluarga besar R. Moelyono Gondho Soetirta berkumpul jika hari raya Idul Fitri datang. Pun pada hari-hari libur sekolah, rumah Kebalen (karena terletak di daerah Kebalen, Rembang) ini juga ramai disinggahi oleh cucu-cucu yang ingin berlibur sambil menikmati ciban di pantai Kartini Rembang, pantai laut utara Jawa. Tapi itu duapuluh tahun lalu, ketika Eyang kakung dan Eyang putri masih seger kewarasan. Sudah lebih dari sepuluh tahun Eyang berdua mangkat, dan kini anak cucu cicitnya sudah jarang lagi berkumpul dikarenakan kesibukan masing-masing.

Rara Mendut, si gadis pantura anak Telukcikal ini, beserta kisah cintanya yang abadi kepada Pranacitra, anak seorang saudagar kapal kaya raya penguasa perdagangan pantai utara Pekalongan bernama Nyai Singabarong, adalah pengejawantahan pribadi wanita Jawa yang ingin mendobrak pakem. Pakem bahwa wanita harus mematuhi aturan-aturan yang dibuat dengan rasa egois yang besar dari mahluk bernama Lelaki. Rara Mendut tak tunduk oleh aturan bahwa seorang gadis harusnya ada di rumah saja, mengurus dapur dan anak. Rara Mendut adalah anak pantai yang sudah selayaknya berlayar mengikuti angin dan deburan ombak yang membebaskan jiwa-jiwa haus petualangan. Lihat, jika wanita-wanita jaman sekarang menuntut emansipasi, boleh dikatakan itu sudah bukan perkara baru lagi, toh Mendut yang hidup empat abad lalu adalah contoh betapa sesungguhnya seorang wanita tak pernah sudi jika harus selalu menjadi mahluk yang sederajat lebih rendah kekuatannya dibandingkan lelaki. Bukan hanya wanita-wanita modern jaman millenium yang cerdas, gadis pantai pemberontak macam Mendut yang hidup beratus-ratus tahun lalu pun mempunyai kecerdasan yang gemilang pada jamannya., terlepas dari apakah sosok Rara Menut itu benarkah pernah eksis atau hanya sekedar legenda belaka. Tapi bukankah tak ada asap kalo tak ada api?  Tak kan ada babad tanah jawi yang mendeskripsikan Rara Mendut kalo sosok wanita seperti itu hanya khayalan saja. Sama seperti keberadaan Dae Jang Geum dari Korea yang ditasbihkan sebagai dokter wanita pertama di korea alias tabib wanita paling hebat di masa pemerintahan raja Jujong pada dinasti Joseon di abad ke 16.

Orang selalu mengasosiasikan pasangan muda-mudi yang serasi seperti Romeo dan Juliet nya Shakespeare. Padahal, kisah cinta Rara Mendut dan Pranacitra tak kalah romantis, bukan hanya mengharu biru melulu diwarnai kata-kata cinta sentimentil, tetapi keindahan yang tak terucap kata-kata yang kalau dituangkan dalam kata-kata membuat hati perawan manapun iri  memimpikan kisah kasih yang serupa (kecuali bagian mati bersamanya mungkin). Kisah cinta mereka memang tak jauh berbeda, dimana kedua-duanya sama-sama mati. Pasangan roman yang satu mati karena racun, yang satu mati karena tertusuk keris amarah Tumenggung Wiraguna yang merasa egonya sebagai lelaki tertampar habis-habisan karena diakali oleh gadis kampung pemberontak yang menolak untuk diperistri sang Tumenggung Agung Mataram.

Pemberontak……itu juga sifatku. Heee……bukan berarti aku ingin disama-samakan dengan si Mendut ya. Sejak beranjak akhil baliq, tak terhitung kontraku dengan yang terhormat IBU. Karena kekurang ajaran mulutku yang terkadang sok pintar, tak jarang ibu bersikap ‘memusuhi’, walaupun kenyataannya tak pernah benar-benar lama permusuhan itu. Bagaimana seorang Ibu bisa memusuhi putri sulungnya yang nyata berprestasi meskipun kadang-kadang kelakuan si sulung ini melanggar batas-batas sikap yang diperbolehkan selayaknya sikap bakti anak terhadap orang tua. Sedangkan kemudian si anak sendiri memilih ‘kabur’ jauh-jauh dari sikap serba sok mengatur dan memaksakan adat atau aturan si Ibu yang menurut si anak, sangat tidak cocok dengan prinsip hidup dan idealisme yang nyangkut di kepalanya. Keblinger, si sulung mungkin memang sudah keblinger. Keblinger dengan dunia kata-kata bermuatan intelektual dan serba idealis yang tak lepas-lepas dibacanya sejak masih duduk di bangku es em pe. Ribuan kata-kata bertajuk modern tumplek blek dikepalanya, sesak minta pengejawantahan. Sedangkan si Mendut, jelas-jelas sangat berbakti pada ibu bapaknya, pada orang-orang yang telah mengasihinya dengan sepenuh hati. Kalo Mendut menolak mentah-mentah dikawinkan dengan Tumenggung Wiraguna, maka aku menolak dikawinkan dengan pekerjaan terikat status yang namanya PE EN ES, meskipun berkali-kali ibuku memberitahukan info penerimaan cpns terkini disertai bujukan halus untuk turut mendaftar beserta alasan-alasan standar masuk akal tentang keterjaminan hari tua (Hari tua, aku masih belum mau tua Bu’) jika lolos jadi PNS (kalo lolos). Mendut ingin berlayar bebas ditemani deburan ombak bersama Pranacitra, dan aku ingin bebas mengatur hidupku sendiri bersama kangmas pilihan hati (ciyeeeee…….) yang sumangga sendika manut mengerti selalu keinginan hati dindanya (kyaaa…kyaaa…….sok sok an), jauh menyeberangi selat sunda, meninggalkan tanah Jawa.

May be continued………………….

Mei 20, 2009 Ditulis oleh beninglarashati | Uncategorized | | 1 Komentar

Jingle Iklan MYZONE baru (Great DJ by The Ting Tings)

Mei 13, 2009 Ditulis oleh beninglarashati | Uncategorized | | 1 Komentar

Two months without ‘The Nanny’

Dua bulan ini, kuanggap si mbah sudah ‘resign’, meskipun sebenarnya aku masih berharap beliau kembali, dan ternyata sebenarnya demikian juga dengan Mbah. Tapi telat seminggu konfirmasi nya. Selama dua bulan ini harus kuakui, sebuah ajang tantangan bagiku untuk bisa benar-benar mebagi waktu antara pekerjaan rumah, pekerjaan kantor, dan mengurus Nabila. Belajar untuk tidak egois mendahulukan kepentingan sendiri karena ada little angle yang butuh selalu untuk diperhatikan. Belajar untuk saaaaaabaaaaarrrrr!!!!!. Sabar, ini perlu digaris bawahi lebih karena sifat dasarku yang suka grusa-grusu dan kesusu. Menjadi ibu yang telaten dan sabar mendampingi Nabila, coba mengerti setiap maunya, dan coba menggantikan sosok sportif papa,….tidaklah semudah teori di buku. Tapi dua bulan ini telah benar-benar menempa pribadiku menjadi lebih tegar dan lebih sabar. Pagi hari aku harus mengatur aktivitas supaya aku tepat waktu masuk jam 8 dan Nabila juga sudah ready untuk diajak Yayi jalan-jalan pagi. Alhasil, setelah subuh, dengan melawan segala kantuk dan dinginnya udara pagi, antara seterika, mencuci, menjerag air panas untuk isi termos, dan air mandi Nabila, membereskan dapur, dan merapikan mainan Nabila yang berantakan, harus dikerjakan secara simultan dengan irama yang tidak hanya cekatan, tapi juga harus efisien dan sigap. Siang hari, aku harus bergegas pulang untuk menyiapkan makan siang Nabila dan Yayi. Naaahhh…..bagian ini yang agak susah. Karena Nabila selalu minta perhatian ketika aku pulang. Padahal aku harus memasak sayur untuk makan siangnya dan juga menyiapkan makan siang Yayi. Hatiku miris bercampur jengkel juga terkadang mendengar rengekannya minta digendong, sedangkan waktuku terbatas karena harus kembali lagi ke kantor. Seringnya juga, sore hari ketika badan ini letih ingin diistirahatkan sejenak setelah seharian beraktifitas, Nabila menarik-narik tanganku sambil menunjuk pintu minta diajak bermain keluar. Badan remuk redam rasanya, hati jadi uring-uringan, dan hanya air mata yang bisa tertumpah untuk menghilangkan beban.

Tapi masa-masa sulit itu perlahan bisa kuatasi, meskipun aku masih sering menangis sekarang. Tapi tangianku bukan lagi tangis kesal, melainkan tangis sesal, mengapa aku dulu  tak segera menyadari bahwa mengasuh gadis kecilku ini ternyata adalah sesuatu yang sangat indah dan berharga. Dulu ketika masih ada Mbah, aku tak perlu memusingkan urusan memasak makannya Nabila, tak perlu mencemaskan sore ini Nabila sudah makan, belum, sudah mandi belum. Aku sering mengulur waktu pulang dan menganggap pekerjaanku pantas mendapat konsentrasi lebih daripada urusan Nabila. Tapi kini, aku telah benar-benar tersentuh. Menjalani semua ini benar-benar mengesampingkan semua egoku, tak ada lagi kepentingan mama yang nomor satu. Her needs comes first…..kalo Nabila senang, mama juga jadi tenang. Main gelitik  sampe Nabila tertawa terkekek-kekek, mencium dan memeluknya, memuji betapa pintarnya dia tidak rewel, mengajaknya bercerita…………cuma 1,5 jam , Nabila kembali ceria dan aku  bisa dengan tenang  kembali ke kantor. Se simple itu membuatnya bahagia, tapi dulu tak pernah dengan niat kulakukan karena terlalu mengandalkan Mbah.

Tak ada yang sempurna di dunia ini karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.  Begitu juga aku. Sekarang, aku sudah mendapat pola mengaatur semua jadwal rumah, kantor, dan Nabila. Aku masih terus belajar dan berusaha untuk menjadi ibu yang lebih baik lagi untuk Nabila, tentu sja dalamperjalanan ini . semua tantangan harus disikapi dengan bijak.

“Bahwa setelah kesusahan pasti ada kemudahan dan bersama kesusahan pasti disertai kemudahan yang lain”. (QS.Al-Insyiroh (94):5-8).

Kini, aku benar-benar meresapi makna ayat Al-Qur’an di atas karena sesungguhnya dengan semu tantangan yang aku alami, Nabila bukanlah anak yang rewel. Nabila tak banyak protes dengan setiap menu makan yang aku masakkan, meskipun itu cuma sop telur dengan wortel. Nabila tak perlu digendong, atau diayun ketika akan tidur, dan yang pasti…………………tawa cerianya selalu membuat hatiku lapang seluas samudera, membuatku lebih ikhlas menjalani semua tantangan ini.

Hhhhhh…….Nabila…Nabila….Je t’aime mon cher

Maman sayaaaaang banget sama Nabila

Mei 2, 2009 Ditulis oleh beninglarashati | Diary | | No Comments Yet

My Nabila

Ma cherie Nabila

Un petite histoire

You are so beutiful

You are so wonderful

You are my sunshine, my shiny star

And i will always love you

Maret 11, 2009 Ditulis oleh beninglarashati | Uncategorized | | No Comments Yet

MEDITATION

All I need is solitude.

A positive attitude.

A great gratitude to GOD.

For a soundless night that mesmerize.

A peacefulness that memorize.

A love that vibrate through my heart.

I see, I think, I hear, I speak.

I search what I lost.

But my life has been change and the story never been the same.

I learn to be a kind person.

Put my life in the right direction.

Don’t want to be tricked by situation.

Trying to avoid disturbed information.

Just be humble, relax, and quite.

Where praying is believing,

Let GOD lead my way

Februari 21, 2009 Ditulis oleh beninglarashati | PUISIKU | | 1 Komentar

Latihan soal AI

Januari 28, 2009 Ditulis oleh beninglarashati | Kecerdasan Buatan | | 2 Komentar

contoh program SPL

Januari 27, 2009 Ditulis oleh beninglarashati | Aljabar Linier dan Matriks | | No Comments Yet

Panduan Tugas Akhir Logika Informatika

Silahkan download di sini :

Panduan_tugas.html?s=1 atau di sini panduan-tugas-presentation

WinLogiLab silahkan download di sini atau di Blogroll

WinLLab.html

Januari 23, 2009 Ditulis oleh beninglarashati | Logika Informatika | | 7 Komentar

TUGAS AKHIR LOGIKA INFORMATIKA

1. Klik komentar dibawah

2. Tulis NIM kemudian alamat blog Anda (lihat contoh)

Januari 23, 2009 Ditulis oleh beninglarashati | Logika Informatika | | 83 Komentar

Brainwave Entertainment : BINAURAL BEAT

GELOMBANG OTAK

Otak kita terdiri dari milyaran neuron yang saling berhubungan satu sama lain. Kombinasi dari berjuta-juta neuron ini menghasilakan aktivitas elektrik yang sangat besar didalam otak, yang dapat didekteksi dengan menggunakan peralatan kedokteran yang sangat sensitip ( seperti EEG). Aktivitas elektrik hasil dari kombinasi neuron ini disebut dengan pola gelombang otak.

Pola gelombang otak akan berubah sesuai dengan apa yang dilakukan oleh orang tersebut, sebagai contoh pola gelombang otak orang yang sedang tidur sangat berbeda dengan pola gelombang otak orang yang sedang terjaga.
Frekwensi gelombang otak diukur dalam satuan Hertz (Hz) atau perputaran per detik (cps). Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli ada 4 pola gelombang otak manusia dimana setiap polanya membentuk kondisi mental yang berbeda. Gelombang otak tersebut antara lain:

Beta adalah gelombang otak yang frekuensinya paling tinggi (beta rendah 12-15 Hz, beta 16-20 Hz, dan beta tinggi 21-40 Hz) yang dihasilkan dari proses berpikir secara sadar.
Kita menggunakan beta untuk berpikir, berinteraksi, dan menjalani kehidupan sehari-hari.

Alfa adalah jenis gelombang yang frekuensinya sedikit lebih lambat dibandingkan beta, yaitu 8-12 Hz.
Alfa berhubungan dengan kondisi pikiran yang rileks dan santai. Dalam kondisi alfa, pikiran dapat melihat gambaran mental secara sangat jelas dan dapat merasakan sensasi dengan lima indra dan apa yang terjadi atau dilihat semuanya hanya dalam pikiran. Alfa adalah pintu gerbang bawah sadar.
Pada tahun 60-an dan 70-an, alfa sangat popular dan diklaim sebagai gelombang otak paling penting, yang merupakan kunci untuk mencapai kesadaran yang lebih tinggi. Seiring dengan penelitian menggunakan alat lebih canggih micro technology modern oleh banyak pakar terkemuka bahwa alfa bukanlah gelombang terpenting. Manfaat alfa yang utama adalah sebagai jembatan penghubung antara pikiran sadar dengan bawah sadar. Alfa memungkinkan kita untuk menyadari keberadaan mimpi dan keadaan meditasi terdalam yang kita capai. Tanpa alfa, kita tidak dapat mengingat saat terbangun dari mimpi dan meditasi yang sangat dalam atau selesai bermeditasi.

Theta adalah gelombang otak pada frekuensi 4-8 Hz, yang dihasilkan oleh pikiran bawah sadar, muncul saat kita bermimpi. Jadi gelombang inilah yang membaca rekaman alam bawah sadar kita. Bawah sadar juga merekam materi yang berasal dari kreativitas yang ditekan atau tidak diberi kesempatan untuk muncul ke permukaan dan materi psikologis yang ditekan. Meski kita dapat masuk ke theta dan membaca rekaman bawah sadar, bila tidak dibantu oleh gelombang alfa dan beta, semua data tidak dapat dikenali oleh pikiran sadar. Jadi semua data yang berhubungan emosi, baik itu emosi positif maupun negative, tersimpan dalam pikiran bawah sadar. Emosi-emosi negative yang tidak teratasi dengan baik, setelah masuk ke pikiran bawah sadar, akhirnya menjadi beban psikologis yang menghambat kemajuan diri seseorang.

Bila kita berhasil masuk ke kondisi theta, ktia akan megnalami kondisi meditative yang sangat dalam. Semua pengalaman meditative yang selama ini dicari oleh orang yang melakukan praktik meditasi, misalnya keheningan, ketenangan, kedalaman, dan puncak kebahagiaan, dirasakan di dalam theta. Theta adalah “puncak” di dalam “pengalaman puncak” serta merasakan sensasi “ah-ha”. Saat kita ingin mengobati dan menyembuhkan tubuh atau pikiran, kita harus masuk ke theta agar dapat mencapai hasil maksimal.

Delta adalah gelombang otak yang paling lambat, pada kisaran frekuensi 0,1-4 Hz, dan merupakan frekuensi dan pikiran nirsadar. Pada saat kita tidur lelap, otak hanya menghasilkan gelombang delta agar kita dapat istirahat dan memulihkan kondisi fisik. Pada orang tertentu, saat dating kondisi sadar, delta dapat muncul bersamaa dengan gelombang lainnya. Dalam keadaan itu, delta bertindak sebagai “radar” yang mendasari kerja intuisi, empati, dan tindakan yang bersifat insting. Delta juga memberikan kebijakan-kebijakan dengan level kesadaran psikis yang sangat dalam.

Gelombang delta sering tampak dalam diri orang yang profesinya bertujuan mengarahkan kita dalam hal waktu dan ruang. Delta berfungsi sebagai system peringatan dini untuk merasakan adanya ancaman atau bahaya.
Delta memungkinkan kita untuk “melihat” informasi yang tidak dapat ditangkap oleh pikiran sadar. Dari sudut pandang negative, delta juga dapat digunakan untuk kondisi berhati-hati yang berlebihan. Sikap hati-hati yang berlebihan, atau lebih tetap disebut dengan kepekaan, sangat berguna “membaca” kondisi emosi lingkungan sekitarnya dan berusaha mengendalikan kondisi ini demi keselamatan hidupnya.

Dengan menggabungkan gelombang otak tersebut dengan kesadaran kita maka akan tercipta keajaiban.

Sejarah Brainwave Entrainment

Riset selama bertahun-tahun menunjukkan bahwa gelombang otak tidak hanya menunjukkan kondisi pikiran dan tubuh seseorang, tetapi dapat juga distimulasi untuk mengubah kondisi mental seseorang.

Dengan mengkondisikan otak agar memproduksi atau mereduksi jenis frekuensi gelombang otak tertentu, maka dimungkinkan untuk menghasilkan beragam kondisi mental dan emosional.

Selama bertahun-tahun, kegunaan Terapi Gelombang Otak – proses meningkatkan kondisi gelombang otak normal anda – telah diakui oleh banyak ilmuwan dan praktisi medis.

Kegunaannya tidak hanya terbatas pada hal-hal berikut ini: penyembuhan penyakit temporer, mengurangi stress, depresi, kegelisahan, mengatasi sulit tidur, memudahkan relaksasi dan meditasi.

Saat ini nada Isochronic menjadi standar teknologi nada yang paling efektif dalam dunia terapi gelombang otak yang sebelumnya dikuasai oleh teknologi binaural beats sebagai teknologi nada yang paling dikenal dalam dunia terapi gelombang otak.

Binaural beats pertama kali ditemukan pada tahun 1839 oleh ilmuwan Jerman yang bernama H.W. Dove.

Kemampuan manusia untuk “mendengar” binaural beats merupakan dampak dari evolusi adaptasi. Banyak spesies yang berevolusi, mampu untuk mendeteksi binaural beats karena struktur otak mereka.

Pada manusia, binaural beats dapat dideteksi ketika frekuensi gelombang karier/pembawa berada dibawah 1000 Hz. Mengapa demikian: panjang gelombang dibawah 1000Hz lebih panjang daripada diameter tengkorak manusia. Oleh karena itu, panjang gelombang ini meliputi sekeliling tengkorak dan akibatnya dapat didengarkan oleh kedua telinga.

Pada saat gelombang suara melalui tengkorak, setiap telinga mendengar porsi yang berbeda dari gelombang tersebut. Perbedaan ini yang memungkinkan gelombang di bawah 1000 Hz dapat terdengar.

Cara Kerja Brainwave Entrainment

Entrainment merupakan salah satu teori fisika, dimana 2 putaran/siklus saling bersinkronisasi secara natural satu dengan lainnya dalam rangka menghasilkan kerja yang lebih efisien.

Entrainment adalah istilah yang digunakan untuk melatih belahan otak kiri dan kanan agar dapat bekerjasama (sinkron) dengan baik. Otak dengan tingakt kerjasama yang tinggi, umumnya akan membuat orang melihat kehidupan dengan lebih obyektif, tanpa ketakutan dan kecemasan.

Entrainment juga terdapat dalam ilmu kimia, astronomi, kelistrikan dan banyak lagi – tetapi dapat juga diterapkan dalam ilmu otak.

Ketika otak diberikan stimulus, melalui telinga, mata atau indera lainnya, otak menghasilkan kejutan listrik sebagai responnya. Hal ini disebut dengan “Cortical Evoked Response”.

Respon elektrik ini bergerak keseluruh bagian otak dan menjadi apa yang seseorang lihat dan dengar. Ketika otak mendapatkan stimulus yang berulang-ulang dan terus menerus, seperti nada ketukan atau kilauan cahaya, otak merespon dengan mensinkronisasi atau entraining siklus listriknya terhadap nada eksternal tersebut.

Hal ini biasa disebut dengan FFR atau Frequency Following Response, dan dapat digunakan untuk mengatur pola gelombang otak seseorang. Sehingga anda akan menikmati peningkatan dalam hal:

  1. Kapabilitas memori
  2. Kapabilitas mental
  3. Stamina intelektual daya pikir
  4. Dsb

Binaural beats dapat memberikan nada yang berbeda pada setiap telinga. Nada-nada tersebut kemudian dikombinasikan didalam otak menjadi ketukan/“beat”. Ketukan yang anda dengar sebenarnya berbeda antara tiap telinganya. Sebagai contoh, jika telinga kiri anda diberikan nada dengan frekuensi 20 hertz dan telinga kanan 30 hertz, maka anda akan mendengar ketukan dengan frekuensi 10 hertz. Dan otak anda akan mensinkronisasi dengan ritme tersebut.

Oleh karenanya, binaural beats memerlukan headphone untuk mendengarkannya. Namun demikian, banyak teknologi baru dalam dunia gelombang otak entrainment yang sedang dikembangkan, seperti misalnya nada “Isochronic”, yang tidak memerlukan headphone dan terbukti dua sampai tiga kali lipat lebih ampuh dibandingkan binaural beats.

“Isochronic entrainment” menggunakan nada tunggal yang jeda antar nadanya dilakukan secara manual dalam sebuah pola tertentu. Hal ini dapat meningkatkan efektifitas audio entrainment.

Berikut adalah tiga alasan mengapa nada Isochronic akan menggantikan binaural beats sebagai teknik gelombang otak entrainment dimasa yang akan datang:

  1. Binaural beats memerlukan headphone untuk menggunakannya. Tidak demikian dengan nada Isochronic.
  2. Binaural beats tidak dapat melakukan stimulasi terhadap satu sisi otak saja (karena memerlukan kedua telinga). Binaural beats tidak menguntungkan karena saat ini banyak protokol entrainment modern yang digunakan di klinik, memerlukan stimulasi yang berbeda pada tiap telinga. Hal ini berguna untuk meditasi, depresi, perawatan ADD dan peningkatan kognitif.
  3. Penelitian menemukan bahwa Binaural Beats tidak se-efektif nada isochronic dikarenakan cara otak memproses nada-nada.

Januari 20, 2009 Ditulis oleh beninglarashati | Uncategorized | | No Comments Yet